Menapaki jejak-jejak purnama bisu
Kala gerimis merayap mengusap lagu
Malam pucat diusap tapak waktu
Selantun suara tinggal termangu
Jarak gelisah menunggu
Menjerat setangkai hatiku yang piatu
Tak kudengar lagu malam menuntun
Begitu rapuh kata di bibir lamun
Sekilas durjana lirih melantun
Sekian raut wajah menunggu
Mungkin aku yang lelap tanpa lagu
Sehening bayang-bayang basah
Tertunduk malam letih berkisah
Menggigil jua sebait kata dalam pelukan
Karena makna tak sempat memberi percikan
Dan sekuntum lagu lupa bertitah
Ketika melantun kuyup dalam rebah
Terasa hening mimpi yang terasing
Mencekik napas damba yang terbaring
Damba yang bertahun-tahun terlelap
Terlelap dalam pengap
Dan di sini aku berdiri bimbang
Untuk sekalimat doa yang hilang










