Rabu, 27 Desember 2017

Jejak Bisu

Menapaki jejak-jejak purnama bisu
Kala gerimis merayap mengusap lagu
Malam pucat diusap tapak waktu
Selantun suara tinggal termangu
Jarak gelisah menunggu
Menjerat setangkai hatiku yang piatu

Tak kudengar lagu malam menuntun
Begitu rapuh kata di bibir lamun
Sekilas durjana lirih melantun
Sekian raut wajah menunggu
Mungkin aku yang lelap tanpa lagu

Sehening bayang-bayang basah
Tertunduk malam letih berkisah
Menggigil jua sebait kata dalam pelukan
Karena makna tak sempat memberi percikan
Dan sekuntum lagu lupa bertitah
Ketika melantun kuyup dalam rebah

Terasa hening mimpi yang terasing
Mencekik napas damba yang terbaring
Damba yang bertahun-tahun terlelap
Terlelap dalam pengap
Dan di sini aku berdiri bimbang
Untuk sekalimat doa yang hilang

Lahir


Aku yang lahir tanpa nyawa
Menggengam hari seutas bara
Gemanya saja mencekik senda
Rebah di dada putih purnama
Bermimpi terlalu pekat
Berharap terlalu penat

Sekepak deru melintas biru
Menoleh di hati menitip ragu
Di antara yang membatu
Enggan disapa
Enggan menyapa
Tak pernah reda

Segala damba menggelegar
Di atasnya nadi bergetar
Bulan terpekur
Dunia mendengkur
Lelap terkubur

Aku yang lahir tanpa nyawa
Aku airmata yang letih bicara