Bersandar pada mimpi
Menjenguk harap mengelus diri
Serpih-serpih doa kering
Meranggas jatuh mengusap hening
Berbisik jua malam membenam
Di sampingnya sebuah tanya tenggelam
Seucap lirih bibir yang kelu
Mengecup damba yang mati beku
Terbungkus selembar desah
Berpelukan amarah dan pasrah
Berdaun harap
Berputik senyap
Kuketuk malam dengan seutas cahaya
Menymbutku sepi menjulurkan lidah
Kutarik napas pejamkan mata
Mengapa ada gundah
Terkapar gemanya di sayap waktu
Memburu takdir yang menderu
Ah, damba
Kapan kuncupmu berputik di hati






0 komentar:
Posting Komentar