Angin meniup harap
Berdekam siang di perut malam
Ada bulan di serambi malam
Matanya merah nanar menatap
Tangan dan hatinya kehilangan kata
Ketika arti kehilangan makna
Kulempar harapku ke wajah rembulan
Terantuk langit tanpa bayang
Jatuh ke bumi tanpa melayang
Lemas terkulai merajut tangisan
Ah, diamlah berharap
Bulan merah itu kini enggan menatap
Hei bulan di serambi malam
Bawa aku ke tepi diam
Sematkan tanganmu di lunglai rambutku
Jejakkan kakimu di dada manjaku
Bangunkan tidurku dengan elusan
Kuingin terjaga di mimpi penghabisan
Ada bulan di serambi malam
Sepotong hatiku ingin
diam







0 komentar:
Posting Komentar