Sebuah potret
Berbingkai sunyi berkaca duka
Bergantung seutas pengharapan
Menghitung napas mengeja nama
Mengusap peluh di lumpur langit
Potret itu bergerak
Membenahi hatinya yang koyak
Dengan sehelai rambut
Lihatlah, potret itu menari
Ah tidak, potret itu menangis
Potret itu bergerak lagi
Melambai dengan jemari yang hilang
Memanggilku dengan sebuah nama asing
Sebuah potret berwajah sepi
Menengok ke hatiku
Di sini ia tahu, ada doa mekar jadi duri
Sebuah potret berwajah sepi
Berbingkai sunyi berkaca duka
Itu potret diriku
hari ini







0 komentar:
Posting Komentar