Jumat, 28 April 2017

Potret Diri
















Sebuah potret
Berbingkai sunyi berkaca duka
Bergantung seutas pengharapan
Menghitung napas mengeja nama
Mengusap peluh di lumpur langit

Potret itu bergerak
Membenahi hatinya yang koyak
Dengan sehelai rambut
Lihatlah, potret itu menari
Ah tidak, potret itu menangis

Potret itu bergerak lagi
Melambai dengan jemari yang hilang
Memanggilku dengan sebuah nama asing

Sebuah potret berwajah sepi
Menengok ke hatiku
Di sini ia tahu, ada doa mekar jadi duri

Sebuah potret berwajah sepi
Berbingkai sunyi berkaca duka
Itu potret diriku hari ini

0 komentar:

Posting Komentar