Mengulur rasa yang mati langkah
Kujejaki tanah manjaku dengan tapak berdarah
Tanya dan anggukan tak tersanggah
Angin berlalu menyingkap selembar kesah
Hei, kulihat wajahku di di dada rembulan
Mengusap sepi dengan punggung tangan
Sayap-sayap zaman melambai suara
Tersekat hening menggelepar hampa
Aku yang kerdil di mata dunia
Berkendara sebutir pasir mayapada
Kujelajah bumi dengan sehelai mimpi
Nyatanya kuterhempas di dada sendiri
Sunyi menjenguk biru malam
Menguapkan debar yang pernah kupendam
Menggali singkap segala dambaku
Ah, ibu…
Betapa kuingin menggenggam dunia
Tapi jemariku
kehabisan jengkal






0 komentar:
Posting Komentar